ngak?wahh...kayaknya kamu belum menghayati rasanya deh...
hmmm... biar aku kasih tau.Dulu aku pernah begitu memuja seseorang,memujanya sampai-sampai aku mengabaikan duniaku,merubah diriku,memakai topeng hanya agar bisa memasuki dunianya yang penuh tawa itu (yang akhir-akhir ini aku tau bahwa dunianya pun penuh dengan kemunafikan)bahkan aku sampai benar-benar meninggalkan duniaku.aku tau ini belum di sebut cinta.
Aku percaya,dan aku percaya kalau diapun begitu.tapi di akhir drama ini dia bilang kalau selama ini di sedang manfaatin aku.Parahnya dia ngak minta maaf sama sekali.Ironisnya aku masih bisa tersenyum sama dia setelah itu.tapi aku ngak punya pilihan.mungkin punya,tapi ngak semudah itu.dan akhirnya aku bertahan dengan drama ironis itu sampai hari ini.tapi sebenarnya aku tau bahwa jauh di dalam lubuk hatiku ada kebencian yang sangat.kebencian yang membuatku mampu untuk tersenyum sekaligus tetap tinggal,kebencian yang menghasilkan dendam.dendam yang membuatku bertahan dan mencari celah untuk membalasnya.
Sekarang rasa 'memuja' itu entah kemana..seandainya aku jatuh cinta dari awal,mungkin rasanya akan lebih sakit dari ini,bayangkan jika aku jatuh cinta dari awal mungkin aku hanya akan menerima semua ini dengan Ikhlas.oh..astaga jauhh lebih menyakitkan menerima semua itu dengan ikhlas ketimbang menerimanya dengan benci dan dendam seperti ini,dan untungnya ini belum di sebut cinta.aku beruntung.
btw.kenapa judulnya gt?..karena waktu nulis ini, di luar ada kereta lewat (kosku dekat rel kereta) dan lagi hujan deras di jogja (setelah beberapa bulan ngak turun hujan)..jadi kebayangkan berisiknya.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar