about me

i love all simple and sexy things.

Minggu, 08 September 2013

Resensi Film
Judul       : Kawali (Identitas Laki-laki Bugis)
Genre      : Film Dokumenter
Karya       : Rustan
Produksi    :Ethinic Film Production
Durasi       : 20 menit,35 detik.
            Film dokumenter yang satu ini memiliki ide yang tidak biasa yakni Kawai,sebuah senjata tradisional yang memiliki andil yang sangat besar dalam kebudayaan Bugis,tepatnya film ini bercerita mengenai  Kawai yang merupakan identitas para laki-laki bugis,bukan dari sudut pandang orang kebanyakan yang selalu mengarah pada pemikiran mengenai kekerasan namun pada lambang suatu kebudayaan yakni kebudayaan bugis yang dapat tercermin dalam sebilah kawai. Malalui  penjelasan-penjelasan para ahli dalam  film ini penonton dapat mendalami makna kawai tersebut serta pengetahuan baru tentang proses pembuatannya, pembentukannya, jenis-jenis kawai, dan sejarahnya. Serta pengupas tentang bagaimana hubungan erat antara kawai dan budaya Siri dan Pesse masyarakat bugis.
Ternyata,bagi masyarakat bugis terutama kaum laki-laki,kawai merupakan identitas mereka dalam kehidupan sosial,ekonomi dan juga politik. Sejak kecil para laki-laki bugis telah diberi kawai sebagai warisan keluarga mereka,dan jenis kawai yang diberikan pada mereka di sesuaikan dengan sifat dan kerakter mereka dengan harapan kelak mereka akan menjunjung siri (harga diri )mereka serta keluarga mereka sesuai dengan makna kawai mereka.
            Film dokumenter yang padat akan edukasi mengenai kebudayaan bugis ini memiliki  beberapa kelemahan yakni pemfokusan pada info-info yang di berikan oleh para ahli yang di sampaikan secara audio,hal tersebut mengebabkan visualisasi dalam film ini hanya terkesan sebagai penambah/pemanis.Namun karena informasi yang diberikan sangat padat dan jelas sehingga hal ini tidak terlalu bermasalah,kekurangan lainnya menurut Ujar suradi Mappangara iyalah “di beberapa scine terdapat beberapa pengambilan gambar yang kurang sesuai dengan inti film misalnya pada penggunaan alat-alat modern yang kurang mencerminkan nilai dokumenter dari film ini” “setiap jaman memiliki persoalannya masing-masing” lanjut salah satu dosen Sejarah Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin ini. Selain  kekurangan terdapat juga banyak kelebihan dalam film ini yakni pengambilan ide yang sangat orisinal dan berpengaruh terhadap mahasiswa terutama mahasiwa yang selama ini berfikir bahwa kawai (badik)pada masyarakat bugis tidak memiliki nilai budaya melainkan hanya bentuk pertahanan diri
            Bagaimanapun film karya putra bugis ini merupakan salah satu film yang wajib kita tonton untuk memperdalam pengetahuan kita mengenai kawai, budaya siri dan pesse pada masyarakat bugis.
            Hal menarik dari pemutaran perdana film ini iyalah diadakannya diskusi serta bedah fim setelahnya,bedah film dan diskusi ini menghadirkan Rustan selaku pembuat film,Suradi Mapppangara (dosen Sejarah Fakultas Sastra),serta Bang Sony Dosen ….. jurusan Ilmu komunikasi UH.

            Dalam diskusi ini,Rustan menyampaikan beberapa gagasan serta informasi mengenai film yang dibuatnya ini,sementara Bapak Suradi dan Bang Sony masing-masing meninjau film dari segi sejarah serta penggunaan Audio Visual sebagai media penyampaian pesan. Bagi Suradi Kawali yang sebelumnya menjelaskan mengenai sejarah Kawali sendiri. Ia mengatakan bahwa Kawali nemiliki nilai dan pesan yang harus para laki-laki bugis junjung “bukan ujungnya tapi semangatnya” ujarnya. Sementara Bang sony lebih menekankan pada hal teknis film ini sendiri,baginya film ini masi memerlukan beberapa peninjauan kembali karena penggalian ide pada kawali ini barulah pada ‘permukaannya’ saja,meski demikian Ia menghargai Rustan yang telah berfikir untuk mebuat sebuah film dokumenter yang dapat menjadi alat pelestarian budaya ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar