Mahasiswa
Butuh Pesta
Sejak pertama menginjakkan kaki
dibangku kuliah di Universitas Hasanuddin ini,ada sebuah slogan yang sering
disampaikan saat pemberian sambutan pada mahasiswa baru Fakultas Ilmu social dan Ilmu politik. Slogan
tersebut yakni ‘kehidupan mahasiswa penuh dengan buku,pesta dan cinta,yang
berarti senin hingaa jumat mahasiswa ‘berkuak’ dengan buku,lalu pada hari sabtu
dan muinggu waktu untuk cinta dan pesta.
Jadi rasanya bukan hal yang salah jika Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOSMIK)
mengadakan KOSMIK Terrace Party (KTP).
“tujuan
dari diadakannya acara ini untuk merefresh otak-otak mahasiswa kosmik setelah disibukkan
dengan aktifitas kuliah dan juga sebagai ‘tempat’ apresiasi seni mahasiswa
kosmik yang berbakat dibidang seni.” Ujar Wira Yudha Satria selaku ketua
panitia KTP . Menurut Mahasiswa anggakatan 2011 ini dalam acara KTP nanti rencananya akan menampilkan tarian,persembahan music dari anak-anak
kosmik,makan bersama dan masik banyak lagi.
KOSMIK
Terrace Party (KTP) yang akan
diadakan tanggal 31 Mei mendatang,
menyusung tema ‘90 to now’ yang akan menunjukkan kejayaan musik-musik tahun 90an
yang masih memiliki peminat hingga saat ini,terutama di kalangan mahasiswa. Dengan tema tersebut jelas memperlihatkan
bahwa KTP bukan hanya sekedar pesta-pesta yang tidak memiliki nilai sama sekali
seperti presepsi masyarakat luas
terhadap pesta-pesta yang diadakan mahasiswa selama ini.
Setelah
melawati banyak aktifitas perkuliahan yang penuh dengan tugas dan semacamnya mahasiswa
layak untuk menyegarkan kembali pikiran mereka,dan salah satu solusinya adalah
pesta. Namun,jenis pesta yang dimaksud yakni pesta yang positif seperti KTP ini.
Namun,terkadang justru mahasiswalah yang menempatkan makna ‘pesta’ tersebut
pada posisi yang salah dan tidak pada tempat yang seharusnya, misalnya
mengadakan pesta dengan pesta miras (minuman keras)dan pesta narkoba. Oleh
karena itu,peru adanya kasadaran mahasiswa serta pengawasan dari banyak pihak
seperti orang tua wali dan pihak kampus. Selai pengawasan perlu juga adany
pengarahan terhadap mahasiswa dan menindak lanjuti mahasiswa yang melanggar
sacara tegas.
Jadi,untuk
menikmati masa perkuliahan terkadang mahasiswa membutuhkan pesta,dan sebagai
mahasiswa yang masuk dalam golongan masyarakat terpelajar mahasiswa harusnya
dapat menempatkan diri serta membedakan mana pesta yang positif serta yang
negative bagi diri mereka,keluarga,kampus,serta lingkungan dan tidak terlibat
dalam berbagai kegiatan yang tidak bernilai sama sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar