Aku rintik, well rintik
sembilan ratus. Aku sebutir,hmm setetes rintik, putra dari awan dan angin sore
ini yang lahir dalam gerimis. Tak ada yang istimewa dariku untuk
kuceritakan,tak akan sampai juga satu lembar (apapun itu) untuk kupenuhi dengan
ceritaku.sungguh tak ada yang istimewa kecuali rasa istimewa yang akan selalu
kubanggakan pada diriku sendiri. Menurutku
aku istimewa. Tapi kau akan berfikir aku tidak, semua manusia akan berfikir
begitu. Aku lahir dalam langit sore yang terang , ayah dan ibuku sang awan dan
angin hanya sedang sekedar berjalan-jalan ketika aku dan saudara-saudaraku
lahir, yah saudara-saudaraku rintik lainnya, tidak banyak hanya tujuh ratus
lima puluh tiga juta dari kami yang lahir sore ini dan aku rintik ke Sembilan
ratus. Rintik-rintik istimewa (menurutku) dalam gerimis yang istimewa
(menurutku), Manusia selalu menganggap hal yang hanya terjadi sekali dalam
hidup mereka adalah istimewa, kelahiran dan kematian misalnya. Tapi aku merasakan
semua dalam sekali hidupku,aku hidup,mati, tertawa dan menangis dalam waktu yang tak akan cukup
untuk memenuhi satu lembar (apapun)dalam buku cerita manapun, aku adalah
kesempatan sekali seumur hidupku, aku istimewa. Aku banyak mendengar tentang
betapa istimewanya kami dalam awan,ibuku itu selalu bercerita tentang
kakak-kakakku yang mengubah hidup manusia, membawa kengangan, mengapus air
mata,menenangkan jiwa,mengacaukan,menghancurkan serta (pastinya) membasahi
manusia Jadi kupikir keistimewaanku akan
lengkap juga jika aku memiliki cerita hidupku sendiri, Sayangnya ayah dan ibu
di atas sana mulai beranjak, senja orange
semakin pekat, dan rambut hitam pekat gadis yang sedari tadi ku tumpangi
mulai mengering jadi kurasa mungkin ini saatnya aku menjatuhkan diri dan
menghilang selamanya,setidaknya aku tau seperti apa rasanya bercerita tentang
keistimewaan.. apakah ceritaku sampai
satu lembar dalam buku ceritamu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar