hanpir setahun berlalu
sejak aku merayakan Natal dalam diam dan tangis
sambil memandangi kembang api melalui jendela kamar kosku di Jogja
kini aku di Makassar menghitung hari menjelang Natal berikutnya
Natal tahun ini pasti ramai kerena aku berada di tengah-tengah keluarga besarku.
Tapi apa bedanya?
toh aku tetap merasa kesepian.
ini mungkin terjadi karena aku mulai terbiasa sendiri bertahun-tahun menghabiskan Natal demi Natal di yanah orang
Dan dalam tahun-tahun itu
permohonan Natalku selalu (nyaris)sama "semoga Natal berikutnya aku berada di rumah" tapi sampai tahun inipun meski aku berada di tanah kelahiran orang tuaku.aku tetap jauh dari 'rumah'
Tidak ada komentar:
Posting Komentar