tak ada yang menjamin cinta selalu barujung bahagia.seringnya mencintai
membuatmu patah hati,terluka,meneteskan air mata bagi cinta yang berbalik dan meninggalkanmu.
tapi pernakah kau mencintai seperti yang aku alami?
mencintai dalam sakit.mengubah diri demi orang yang bahkan tak memalingkan wajahnya sedikitpun padamu.Hatiku berdarah dan aku masih saja mencintainya.
bahkan,setiap malam aku masih menyempatkan diri untuk berdoa supaya diaa selalu bahagia.
ini cinta yang bodoh.ya,aku tau itu tapi aku akan terus bertahan,terus mencintainya hingga dia mengundangku masuk ke dunianya..
_syarat jatuh cinta- by Marin Josi dan Purba Sitorus
about me
i love all simple and sexy things.
Senin, 19 November 2012
Minggu, 11 November 2012
tembok 108
Dulu,sebelum Universitas ini resmi di buka 56 tahun silam,para tukang itu dengan teliti menyusunku dari bata-bata kasar,dan merekatkan satu persatu bata-bata itu dengan campuran semen,pasir,kerikil dan air.Di sela-sela pekerjaan mereka ada kegigihan yang kulihat,terkadang ada sepercik kebahagiaan di tengah tantangan hidup mereka,ada pula harapan.aku berjanji jika aku berdiri nanti,aku akan berdiri dengan kokoh,dan kuat,dan teman-teman tembokku yang lainpun setuju,kami tak mau upaya mereka sia-sia.
kami pun berdiri dengan kokoh.Waktu berlalu,hari demi hari,bulan demi bulan,dan tahun demi tahun mahasiswa datang,duduk dan pergi.begitu terus.ada yang datang dengan senyum,dan ada yang datang dengan duka,rasanya dulu mereka lebih bersemangat dari sekarang,atau aku memang sudah mulai tua?oh yah,mereka masih bersemangat dalam beberapa hal,berteriak-teriak dan melempar batu ke arah kaca,kadang kala ada juga yang dengan kejamnya mencoret-coreti aku dengan tulisan-tulisan tak berguna yang membuat ku setiap tahun harus di cat ulang,aku tau tulisan mereka ada beberapa yang berguna namun,hanya saat coretan-coret
an itu mereka salin dalam sebuah kertas yang bertuliskan 'ujian'.ckckckckc... bukannya sombong tapi aku akui aku sangat cerdas,semua yang di berikan dosen telah aku ketahui semua (kau pasti menganggapku sombong sekarang)bertahun-tahun aku berdiri di sini pekerjaanku hanya berdiri dan dosen-dosen mengoceh,mau tak mau aku mendengar.
kini,mereka masuk dengan berbagai benda ajaib di tangan mereka,dan miris melihatnya,benda itu membuat orang-orang ini menjadi gila,berceloteh meski biasanya dia diam,menangis meski biasanya dia ceria,dan memberi banyak ekspresi lainnya,aku benci perubahan,entah kenapa.
Aku melihat banyak hal berlalu di hadapanku tanpa sempat ku cegah,aku bosan menjadi sebuah tembok yang terus berdiri demi menjaga janji pada para tukang bangunan,aku bosan menjadi tembok yang berlumut di musim hujan,dan terkelupas di musim panas,aku benci jadi tembok yang diam saat di coter-coreti,aku benci jadi penghalangbagi angin-angin yang ingin bebeas bertiup,bolehkah aku runtuh kini? atau haruskah aku menunggu gempa yang akan memaksaku untuk berbaring?
kami pun berdiri dengan kokoh.Waktu berlalu,hari demi hari,bulan demi bulan,dan tahun demi tahun mahasiswa datang,duduk dan pergi.begitu terus.ada yang datang dengan senyum,dan ada yang datang dengan duka,rasanya dulu mereka lebih bersemangat dari sekarang,atau aku memang sudah mulai tua?oh yah,mereka masih bersemangat dalam beberapa hal,berteriak-teriak dan melempar batu ke arah kaca,kadang kala ada juga yang dengan kejamnya mencoret-coreti aku dengan tulisan-tulisan tak berguna yang membuat ku setiap tahun harus di cat ulang,aku tau tulisan mereka ada beberapa yang berguna namun,hanya saat coretan-coret
an itu mereka salin dalam sebuah kertas yang bertuliskan 'ujian'.ckckckckc... bukannya sombong tapi aku akui aku sangat cerdas,semua yang di berikan dosen telah aku ketahui semua (kau pasti menganggapku sombong sekarang)bertahun-tahun aku berdiri di sini pekerjaanku hanya berdiri dan dosen-dosen mengoceh,mau tak mau aku mendengar.
kini,mereka masuk dengan berbagai benda ajaib di tangan mereka,dan miris melihatnya,benda itu membuat orang-orang ini menjadi gila,berceloteh meski biasanya dia diam,menangis meski biasanya dia ceria,dan memberi banyak ekspresi lainnya,aku benci perubahan,entah kenapa.
Aku melihat banyak hal berlalu di hadapanku tanpa sempat ku cegah,aku bosan menjadi sebuah tembok yang terus berdiri demi menjaga janji pada para tukang bangunan,aku bosan menjadi tembok yang berlumut di musim hujan,dan terkelupas di musim panas,aku benci jadi tembok yang diam saat di coter-coreti,aku benci jadi penghalangbagi angin-angin yang ingin bebeas bertiup,bolehkah aku runtuh kini? atau haruskah aku menunggu gempa yang akan memaksaku untuk berbaring?
Langganan:
Komentar (Atom)